8 Seafood yang Aman untuk Anak

Jumat, 26 Mei 2017 | 16:57 WIB

Banyak yang bilang, makan seafood atau makanan laut bikin alergi. Padahal, sebenarnya, seafood memiliki banyak manfaat untuk keluarga dan juga tumbuh kembang anak. Yang perlu diperhatikan adalah pengenalan makanan ini agar alergi tidak muncul. Menurut beberapa ahli, pengenalan seafood sebaiknya diberikan setelah fungsi kekebalan dan organ lainnya pada balita sudah berfungsi dengan baik. Kematangan organ anak biasanya dicapai pada usia 1 tahun.

Kenalkan seafood dengan jumlah kecil untuk melihat respon tubuh anak. Bila tak ada alergi, ulangi pada hari berikutnya. Reaksi alergi biasanya timbul bukan pada paparan pertama namun pada paparan atau konsumsi berikutnya. Namun, Anda perlu lebih berhati-hati jika Anda atau pasangan memiliki riwayat alergi atau asma. Jika pada keluarga ada riwayat asma, sebaiknya diberikan pada saat anak sudah cukup besar. Reaksi yang timbul setelahnya sebaiknya dipantau dan dikonsultasikan ke dokter.

Yuk, kita bahas beberapa seafood yang kerap diberikan pada anak!.

Ikan laut
Selain telur, ikan mengandung sumber protein yang baik, terutama untuk anak-anak. Ada banyak jenis ikan laut yang bernutrisi dan baik dikonsumsi. Selain harganya relatif murah, ikan laut memiliki tekstur yang lebih lembut dan gurih rasanya. Beragam jenis ikan laut dapat Anda olah menjadi aneka hidangan yang mengugah selera makan si kecil. Hindari memberi ikan mentah, seperti sushi tuna dan salmon mentah. Ikan mentah bisa terkontaminasi bakteri yang tidak mati, bahan kimia, termasuk merkuri.

Manfaat
Aneka ikan mengandung protein berkualitas tinggi dan asam lemak omega-3. Pada jenis ikan tertentu, terkadung nilai gizi yang berbeda, seperti ikan sarden yang mengandung banyak kalsium, ikan kod yang rendah kandungan lemaknya, dan ikan salmon mengandung asam lemak omega-3, DHA-nya tinggi, iodine, protein, selenium, dan berbagai vitamin seperti vitamin A, vitamin D, serta vitamin B12.

Kapan boleh dimakan? Sejak usia 6-9 bulan. Namun, pastikan anak tidak memiliki riwayat alergi.

Kerang
Banyak orang tua yang menunda pemberian seafood untuk balita, terutama kerang, karena bahaya merkuri dan keracunan makanan. Padahal jika diolah dan disajikan dengan baik dan benar, kerang bisa menjadi tambahan gizi dan rendah merkuri untuk diet si kecil. Hal ini pun dibenarkan oleh William Sears, seorang dokter anak dan penulis buku "The Baby Book. Kerang dapat diolah menjadi mussel creamy sauce atau spaghetti vongole.

Manfaat
Kerang mengandung lemak jenuh dan kalori yang rendah, namun memberikan asupan protein dan zat besi yang dibutuhkan oleh tubuh balita per hari.

Kapan boleh dimakan? Tunggu hingga usia anak memasuki 1 tahun atau lebih, apalagi jika keluarga memiliki riwayat alergi.

Cumi
Teksturnya yang kenyal membuat cumi jadi salah satu makanan laut favorit. Anda bisa mengolah cumi menjadi aneka masakan, seperti cumi bakar, cumi goreng tepung, cumi saus tiram, dan cumi asam manis. Jika Anda ingin memasak dalam waktu singkat untuk si kecil, sebaiknya pilih cumi berukuran kecil. Pilih cumi berumur muda yang berkulit putih dengan bercak cokelat kemerahan dan tidak ada robekan.

Manfaat
Cumi kaya akan mineral dan gizi. Kandungannya juga meliputi protein, vitamin, dan Omega3 yang menjadi khas gizi hewan laut. Omega 3 sarat DHA yang membantu pertumbuhan dan perkembangan anak. Selain itu, cumi juga mengandung fosfor, seng, dan magnesium yang bermanfaat untuk pembentukan dan memperkuat susunan sel-sel tulang yang kurang padat dengan memicu pembentukan sel-sel baru pengganti sel.

Kapan boleh dimakan? Pastikan untuk anak usia 1 tahun atau lebih, apalagi jika keluarga memiliki riwayat alergi. Sajikan dalam potongan yang lebih kecil supaya mudah dicerna oleh si kecil.

Teripang
Teripang atau sea cucumber atau timun laut ini memiliki bentuk yang kenyal dengan rasa yang gurih seperti 'kikil' namun lebih padat. Meski kecil, namun wajib membersihkan tubuh hewan ini sebelum dimasak. Anda juga harus tahu cara tepat mengolah hewan laut satu ini, kare jika salah maka hasil masakan Anda akan amis. Teripang dapat diolah menjadi aneka makanan seperti tumisan, tongseng, kerupuk, hingga keripik.

Manfaat
Teripang mengandung protein, kolagen, mukopolisakarida, asam amino, Omega 3 dan 6, serta kandungan cell growth factor yang dapat membantu menyembuhkan luka luar maupun dalam. Makanan laut ini juga bermanfaat untuk menyehatkan kulit dan sistem kardiovaskular, mengobati sakit maag, dan memiliki nutrisi yang penting untuk otak, paru, dan jantung.

Kapan boleh dimakan? Setelah anak berusia di atas 1 tahun.

Udang
Selain mudah didapatkan, udang juga mudah diolah menjadi aneka jenis masakan, seperti  capcay udang, udang goreng tepung, hingga baso udang. Pesona makanan laut yang satu ini kadang sulit ditolak oleh si kecil. Pilih udang dengan warna kehitaman yang cerah, terlihat keras dan penuh, tidak berbau busuk, dan tidak berlendir.

Manfaat
Udang kaya protein, vitamin dan mineral, seperti vitamin D, vitamin B12, vitamin E, vitamin B6, vitamin A, vitamin C, selenium, fosfor, zat besi dan tembaga, magnesium, zinc, sodium, potassium, dan kalsium. Udang bermanfaat dalam pembentukan sel darah merah dalam tubuh. Seng dan zat besi yang tinggi di dalamnya jadi penghasil sel darah merah yang dibutuhkan oleh tubuh si kecil.

Kapan boleh dimakan? Biasanya diberikan di atas usia 1 tahun dan pastikan anak tidak mengidap alergi udang.

Kepiting
Hewan laut yang memiliki dua capit dan bercangkang keras ini memiliki daging lembut yang mudah diolah dan dicerna oleh balita. Anda bisa memasak kepiting menjadi sup atau bubur. Pastikan memilih kepiting segar daripada kalengan, agar hasil masakan dan gizi yang didapatkan anak semakin maksimal.

Manfaat
Asam Lemak Omega 3 terdapat pada kepiting dalam jumlah yang besar. Nutrisi ini berfungsi untuk mencerdaskan otak anak. Protein, Vitamin B12, dan Mineral Zinc pada kepiting juga berfungsi mempercepat penyembuhan luka pada tubuh si kecil. Selain itu, kandungan gizi lainnya di dalam kepiting dapat meningkatkan kekebalan tubuh anak, memelihara kesehatan mata, serta meningkatkan energi dan stamina tubuh.

Kapan boleh dimakan? Selama balita tidak memiliki bakat alergi terhadap makanan laut, kepiting boleh diperkenalkan sejak usia 9 bulan. Kepiting memiliki kolesterol yang tinggi, sehingga ada baiknya si kecil tidak mengonsumsi dalam jumlah terlalu banyak.

Lobster
Sebutan untuk udang raksasa ini memiliki rasa daging yang lebih nikmat, manis, dan gurih dibandingkan udang jenis lainnya. Pastikan saja Anda pilih lobster yang segar. Tandanya, mata cenderung berkilau dan masih aktif bergerak, terutama di bagian antenanya. Hindari lobster yang cangkangnya rusak, lemas/terlihat sakit, atau bermata kelabu. Anda juga bisa memilih lobster yang masih bercangkang atau lobster kupas yang siap olah. Olah lobster menjadi sup, bubur, atau hidangan pelengkap spaghetti aglio olio.

Manfaat
Lobster termasuk sumber protein yang sangat baik. Karena itu, balita dimasa pertumbuhan disarankan untuk mengonsumsi lobster. Di dalam makanan ini juga terdapat  Omega 3 dan 6 yang dapat meningkatkan kecerdasan otak anak.

Kapan boleh dimakan? Saat usia anak lebih dari 1 tahun, tanpa riwayat alergi.

Teri
Ikan laut berukuran mini ini memiliki rasa asin yang khas. Anda bisa mendapatkan ikan ini dengan mudah di pasar atau di supermarket terdekat. Untuk si kecil, Anda bisa mengolah ikan teri menjadi nasi tim, rempeyek, pie, puree, hingga bubur. Biasanya ikan teri tawar dan ikan teri medan jadi pilihan para bunda untuk balitanya.

Manfaat
 Ikan teri mengandung banyak mineral dan vitamin yang bermanfaat untuk tubuh. Teri juga mengandung asam lemak omega 3 yang baik untuk kecerdasan otak dan kinerja jantung. Ada juga kandungan vitamin B1 dan B12, yang keduanya baik untuk metabolisme tubuh. Kalsium dan flour bermanfaat untuk perkembangan otak dan pertumbuhan tulang dan gigi balita.

Kapan boleh dimakan? Teri sudah bisa dikonsumsi sejak anak berusia 6 bulan, sebagai makanan pendamping ASI.

Porsi yang Pas
Karena seafood adalah sumber protein, maka jumlah yang diberikan kepada balita mengikuti jumlah AKG protein bagi balita yang dianjurkan sesuai dengan kelompok umur. Perhitungannya dapat menggunakan kandungan protein dari setiap porsi seafood yang ada. Misalnya, dalam 1 porsi udang sebanyak 5 ekor ukuran sedang,  terkandung 7 gram protein dan 2 gram lemak.  Bila kebutuhannya adalah 15 gram protein/hari maka anak tersebut boleh makan 2 porsi. Meski demikian, variasi jenis makanan sangat dianjurkan sehingga pemenuhan protein sebaiknya tidak berasal dari satu jenis makanan saja.

Amankah seafood kemasan?
Pada dasarnya makanan kemasan menggunakan food additives tertentu untuk mempertahankan umur pangan dan cita rasa. Terkadang, ada beberapa additives yang dapat memicu alergi, sehingga makanan dalam kemasan harus diberikan secara hati-hati. Zat additives yang ditambahkan dalam industri pangan selalu menggunakan ketentuan batas yang diizinkan. Namun, jumlah yang digunakan seringkali mengikuti ketentuan untuk konsumen dewasa. Jika ingin memberikan makanan dalam kemasan untuk anak, sebaiknya pilih yang sesuai atau memang diproduksi untuk anak.

Menurut Polling ayahbunda, 2017 sebanyak 83.72% orang tua mengaku paling sering memberikan ikan untuk balita mereka. Lalu disusul dengan cumi 9.3%, udang 4.65%, dan ikan teri 2.33%.

 

 

Sumber : Ayahbunda

Bagikan ke :